Wanita Terpendek di Dunia

Artikel sebelumnya, saya sudah mempublikasikan laki-laki terpendek di dunia. Pada artikel kali ini, saya memposting artikel tentang wanita terpendek di dunia.

1. Pauline Musters (1876–1895)

Pauline Musters dilahirkan di Ossendrecht, Belanda, pada tanggal 26 Februari 1876. Dan, dia meninggal pada tanggal 1 Maret 1895 di New York pada usia 19 tahun akibat kombinasi penyakit antara pneumonia dan meningitis.
Menurut catatan Guinnes Book of Records, Pailine Musters merupakan wanita terpendek yang pernah ada di duni. Tinggi badannya hanya 23 ini atau 58 cm.

2. Jyoti Amge

Jyoti Amge dilahirkan pada tanggal 16 Desember 1993. Ia adalah seorang penduduk asli Nagpur, India. Pertumbuhannya mengalami kelainan, yang menyebabkannya memiliki tinggi badan sekitar 23 inci atau 58 cm dan berat badannya sekitar 5 kg.
Jyoti dilahirkan dengan berat badan hanya 3 pon atau 1.3 kg dan semua orang memprediksi bahwa ia tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari satu hari. Dia sering mengutip perkataan, “Ketika saya berumur tiga tahun, saya menyadari bahwa saya memiliki kelainan dibandingkan dengan anak-anak seusiaku.”
Sekalipun tulangnya tidak mau tumbuh, namun perkembangan mentalnya sungguh luar biasa. Karena kondiri tulangnya yang tidak normal, Jyoti menderita penyakit yang mengerikan, dan penyakit ini menyebabkannya tidak mampu untuk berjalan. Sekalipun perkembangan tubuhnya terhambat, tetapi dia sama sekali tidak terhalang untuk menyampaikan aspirasinya, dan dia yakin bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi seorang aktris.
Oleh Guinness World Records, dia dikenal sebagai “Remaka (Wanita) terpendek di dunia.

3. Madge Bester

Madge Bester dilahirkan pada tanggal 26 April 1963. dia dipercaya akan menjadi wanita terpendek di dunia. Dia berasal dari Afrika Selatan, dengan tinggi 2 kaki 1.5 inci atau 65 cm yang diukur pada tahun 1991. Bester menderita penyakit osteogenesis imperfecta, yang memiliki ciri-ciri tulang rapuh, dan mengenakan kursi roda. Dia adalah salah seorang peserta kampanye untuk hak-hak penyandang cacat. Pada tahun 1998, dia ditemani oleh Lin Yih Chih, menggelar jumpa press mengenai isu-isu hak-hak para penyandang cacat.
Bester hidup di sebuah desa terpencil di Bloemfontein. Ibunya, Winnie, yang meninggal pada tahun 2001, juga menderita imperfekta osteogenesis. Akibatnya, ia juga memiliki tinggi badan yang tidak lebih dari 70 cm.

4. Lucia Zarate (1864–1890)

Lucia Zarate lahir pada tahun 1864 in San Carlos, Mexico. Dia adalah orang pertama yang diidentifikasi menderita Majewski Osteodysplastic Primordial Dwarfism tipe 2. Dia masuk ke dalam Guinness World Records sebagai “wanita dewasa paling ringan”, dengan berat badan huma 4.7 pon atau 2.1 kg. pada usia 17 tahun. Menurut sebuah artikel yang terbit di majalah Strand Magazine pada tahun 1894, Zarate mengalami perkembangan seutuhnya pada usia satu tahun.
Pada usia dua belas tahun, Zarate pindah dari negara asalnya, Meksiko, ke Amerika Serikat, tempat di mana dia pernah memamerkan patung dirinya yang kecil. Sebuah buku fakta yang diterbitkan oleh Oxford University pada tahun 1876, mendiskusikan sebuah kunjungan ke Zarate yang disponsori oleh beberapa ahli pengobatan, yang tidak bisa menverifikasi bahwa dia sudah berumur dua belas tahun, akan tetapi bisa mengetahuinya melalui perkembangan giginya yang masih berjumlah enam.
Pada saat itu, tinggi badannya berkisar pada 21.5 inci atau 55 cm dan diameter besar betisnya hanya 4 inci atau 100 mm, satu inci (25 mm) lebih besar dari ibu jari rata-rata orang dewasa. Pada saat itu, dia bersama dengan kedua orang tuanya diketahui memiliki kesehatan yang prima dan intelektual yang cukup tinggi. Dia bisa berbicara bahasa Inggris dan juga bahasa Spanyol.
Dia pertama kali bekerja sebagai bagian dari sebuah kelompok penagih yang dikenal dengan sebutan “Fairy Sisters,” yang kemudian berpasangan dengan Francis Joseph Flynn (penagih dengan nama “General Mite”) untuk mengadakan pameran di seluruh dunia. Pada tahun 1889, dia diberitakan di The Washington Post sebagai “Orang kerdil yang mengagumkan dari Meksiko” and digambarkan sebagai “magnet kecil dengan kekuatan besar yang dapat menarik semua orang.” Ketika kereta sirkusnya terdampar di atas salju di Sierra Nevada mountains pada tahun 1890, Zarate meninggal karena penyakit hypothermia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s