Category Archives: humor gusdur

Staf Menteri yang Begok


Ini cerita yang disampaikan oleh Ahmad Sobary, sahabat dekat Gus Dut. Ia menceritakan tentang lelucon yang terjadi di sekitar Gus Dur. Pada suatu hari, tepatnya sebelum melaksanakan shalat Jum’at, Gus Dur ingin menelepon Menteri Agama dari ruangan kantornya.

Kebetulan yang mengangkat telepon di kantor Menteri Agama adalah seorang staf kementerian. Maka terjadilah dialog antara staf tersebut dengan Gus Dur.

Gus Dur: “Hallo, saya mau bicara dengan Menteri Agama.”

Staf Departemen Agama : “Ini siapa?”

Gus Dur : “Saya Abdurrahman Wahid.”

Staf Departemen Agama : “Abdurrahman Wahid siapa?”

Gus Dur : “Presiden….”

Gus Dur Beli Pesawat


Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat dulu, pertengahan tahun 2000, Gus Dur bertemu dengan eksekutif puncak Boeing, industri raksasa pesawat terbang. Orang pun bertanya-tanya, apa pula urusan Gus Dur dengan pembuat pesawat itu? Memangnya dia ahli pesawat terbang seperti Habibie?

Akhirnya, kepala protokol istana presiden, Wahyu Muryadi mengungkapkan maksud pertemuan itu bahwa Gus Dur mau beli pesawat kepresidenan, yang selama ini memang tidak pernah dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kebiasaan Gus Dur tetap ampuh, bikin pernyataan kontroversial di luar negeri dan menimbulkan reaksi di dalam negeri.

Pers Indonesia pun sibuk mengusut rencana pembelian pesawat yang waktunya dirasa tidak tepat itu. Krisis ekonomi saja sama sekali terlihat belum diatasi, lha kok presiden RI mau punya pesawat pribadi. “Perlu dong,” kata Wahyu Muryadi sambil membandingkan dengan presiden Amerika Serikat, yang sudah lama memiliki air force one yang mewah itu.

Dari mana uang puluhan juta dollar untuk membeli pesawat itu? Menko Rizal Ramli, yang bekas aktivis dan pengamat ekonomi yang kritis kok malah bilang siap melaksanakan dan uang untuk pembelian pesawat sudah ada. Apa ini bukan pemborosan uang negara? Apa memang ada “uang nganggur” di laci pemerintah? Apa Rizal Ramli ingin cari muka di depan bosnya?

Mendengar sikap siap melaksanakan Rizal Ramli, kritik publik kian gencar. Sampai Gus Dur sendiri kembali ke Jakarta.

Wartawan pun memburu kejelasan rumor itu kepada Gus Dur dengan bertanya, “Gus, mengapa Anda merasa perlu membeli pesawat Boeing itu?”

Jawab Gus Dur, “Lho, siapa yang mau beli pesawat? Wong saya cuma ketemu pimpinannya kok.”

Karuan saja, Wahyu Muryadi dan Rizal Ramli pusing tujuh keliling. Sudah sibuk membela rencana Gus Dur, eh yang dibela malah membantahnya.

Semua Teroris Sudah Jadi Menteri


Bukan Gus Dur bila di setiap pidato tidak menyelipkan guyonan hingga membuat orang terpingkal-pingkal. Guyonan Gus Dur ini biasanya berupa joke-joke ataupun sentilan-sentilan terhadap kelakuan sejumlah pejabat.

Saat membuka acara konsolidasi nasional PKB di Hotel Saripan Pasific, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (29/1/2006) Gus Dur memberikan sambutan. Ia memberikan berbagai komentar yang saat ini terjadi di tanah air. Salah satunya ketika membahas soal teroris-teroris di Indonesia.

Menurut Gus Dur, “Aksi teroris saat ini sudah tidak ada lagi. Kenapa demikian? Karena semua teroris sudah jadi menteri.” Kata Gus Dur disambut tawa hadirin.

Siapa teroris yang jadi menteri itu, mereka adalah yang dulu pekerjaannya menakuti rakyat Indonesia. Gus Dur juga mengkritik pemerintah di bawah Presiden SBY yang dinilai kurang tegas menangani kasus Timor Leste. “Jadinya kita menjadi bangsa yang jadi bahan tertawaan orang. Masak Timor Leste yang kayak itu saja mereka bisa permainkan kita.” Katanya.

Mati karena Merokok


Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan.

“Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan,” tutur Gus Dur. “Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus.”

Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, “Yas, apa kamu nggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap satu batang rokok itu bisa memperpendek umur 30 detik?”

“Ah, yang benar, Gus?”

“Lho, kamu ini gimana. Sekarang coba kamu hitung sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu.”

Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, “Ya, tapi kalau saya nggak merokok, besok saya bisa mati.”

Kalau Nakal Dijewer


Ini juga lelucon dari Gus Dur. Ceritanya suatu hari, seorang komandan melakukan apel pagi terhadap anak buahnya. Sang komandan ingin mengetes anak buahnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Komandan: “Apa yang akan kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!”

Prajurit : “Langsung saya serang Pak!!!”

Komandan : “Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu, bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang nakal?!”

Prajurit : “Saya melaporkan pada pasukan supaya dapat menyerang bersama-sama, Pak!”

Komandan : “Salah! Kamu harus menjewer kupingnya supaya tidak nakal! Lalu, apa yang akan kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?”

Prajurit : “Langsung saya jewer kupingnya Pak, biar tidak nakal!!!”

Komandan : “???”

Dai Kok Menangkap Imam


Suatu ketika Gus Dur mengeluarkan kebiasaannya untuk membuat semua orang tertawa.

“Coba saya tanya, adakah dalil yang membolehkan seorang dai menangkap seorang imam?”

“Ini benar-benar terjadi di Indonesia. Dai yang menangkap imam itu adalah Da’i Bachtiar (Kapolri saat itu, Red.) dan yang ditangkap adalah Imam Samudra.” kata Gus Dur terkekeh.

Semua Presiden Indonesia KKN


Humor Gus Dur tentang Presiden Megawati KKN menghebohkan nusantara. Sejak harian Jawa Pos melalui jaringan Jawa Pos Network-nya memuat pernyataan Gus Dur di Jawa Timur bahwa semua presiden RI KKN, mulai dari presiden pertama hingga presiden terakhir, Megawati.

Bermula dari khutbah pernikahan putra Hj. Diana Susilowati yang akrab dipanggil Ning Sus, di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Pajarakan, Probolingo, Jawa Timur, Ahad (25/8/2002). Kendati Gus Dur berpidato di atas kwade (pentas pengantin Jawa), namun belum satu menit berpidato, dia langsung membuat guyonan politik. Katanya, baik presiden yang pertama maupun yang terakhir ini semuanya KKN.

“Kok bisa,?” tanya Gus Dur. “Ya, karena presiden Soekarno itu saya katakan Kanan Kiri Nona. Presiden Soeharto juga KKN, tapi yang ini Kanan Kiri Nabrak. Yang ketiga, Habibie malah lebih parah lagi, Kecil-Kecil Nekat. Yang keempat Anda sudah tahu semua, yakni Kanan Kiri Nuntun. Dan yang terakhir, yang satu ini (sambil tertegun beberapa saat) Kayak Kuda Nil.” Disambut tertawa geer sekitar 4000-an hadirin.

Tertawa pun semakin berkepanjangan saat Gus Dur merinci, “Kuda Nil itu memiliki ciri-ciri tertentu yakni bertubuh besar, senang berendam, jarang bergerak dan jarang ngomong. Saya kira, presiden yang sekarang ini (Megawati) ternyata KKN juga, Kayak Kuda Nil.” Kata Gus Dur disambut tertawa dan tepuk tangan para hadirin.