About Wisdom (Kebijaksanaan)

Pierre Abelard ~
The beginning of wisdom is found in doubting; by doubting we come to the question, and by seeking we may come upon the truth.

Awal kebijaksanaan ditemukan di dalam keragu-raguan; dengan meragukan maka kita akan mengungkapkan tanya, dan dengan mencari kita akan sampai kepada kebenaran.

Herman Hesse ~
Wisdom is nothing but a preparation of the soul, a capacity, a secret art of thinking, feeling and breathing thoughts of unity at every moment of life.

Kebijaksanaan tiada lain kecuali persiapan jiwa, sebuah kapasitas, rahasia cara berpikir, perasaan, dan nafas dari pemikiran tentang penyatuan di setiap saat di dalam hidup.

J. Krishnamurti ~
Wisdom is the understanding of enduring values and the living of those values.

Kebijaksanaan merupakan pengertian terhadap nilai kritis dan hidup dari nilai itu sendiri.

Marcel Proust ~
We don’t receive wisdom; we must discover it for ourselves after a journey that no one can take for us or spare us.

Kita tidak menerima kebijaksanaan; kita harus mencarinya untuk diri kita sendiri setelah melewati suatu perjalanan yang tidak seorang pun bisa mengambilnya atau memisahkannya dari kita.

Theodore Isaac Rubin ~
Kindness is more important than wisdom, and the recognition of this is the beginning of wisdom.

Kebaikan itu lebih penting daripada kebijaksanaan, dan pengenalan terhadap hal ini merupakan awak daru sebuah kebijaksanaan.

Jonathan Swift ~
We should never be ashamed to own we have been in the wrong, which is but saying in other words, that we are wiser today than we were yesterday.

Kita tidak boleh malu untuk mengakui bahwa kita telah melakukan kesalaham, karena dengan demikian, kita telah menjadi lebih dewasa dibanding kemarin.

Rachel Naomi Remen ~
Until we stop ourselves or, more often, have been stopped, we hope to put certain of life’s events “behind us” and get on with our living. After we stop we see that certain of life’s issues will be with us for as long as we live. We will pass through them again and again, each time with a new story, each time with a greater understanding, until they become indistinguishable from our blessings and our wisdom. It’s the way life teaches us to live.

Hingga kita menghentikan diri kita sendiri atau, lebih seringnya, telah dihentikan, kita berharap untuk melupakan peristiwa-peristiwa yang baru saja kita alami dan melanjutkan hidup kita. setelah kita berhenti, kita akan melihat bahwa isu-isu kehidupan saat ini akan menimpa kita selama kita hidup. Kita akan melewatinya lagi dan lagi, setiap saat dengan kisah yang baru, dengan pengertian yang lebih hebat, hingga semua itu tak bisa dibedakan antara rahmat dan kebijaksanaan kita. Inilah cara hidup yang mengajarkan kita untuk hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s