Happiness (Kebahagiaan)

Henry Ward Beecher:
“The art of being happy lies in the power of extracting happiness from common things.”

Cara untuk menjadi bahagia adalah terletak pada kekuatan untuk menggali kebahagiaan dari hal-hal yang biasa.

Dietrich Bonhoeffer:
“What is happiness and unhappiness? It depends so little on the circumstances; it depends really only on what happens inside a person. I am grateful for every day… and that makes me happy.”

Apakah kebahagiaan dan ketidakbahagiaan itu? Sedikit saja yang bergantung pada keadaan. kebahagiaan dan ketidakbahagiaan hanya benar-benar bergantung pada apa yang terjadi pada diri seseorang. Saya selalu bersyukur setiap hari dan itulah yang membuat saya bahagia.

Ralph Waldo Emerson
“Earth laughs in flowers.”

Bumi tertawa di tengah-tengah bebungaan.

Nathaniel Hawthorne
“Happiness is a butterfly which, when pursued, is always beyond our grasp, but which, if you sit down quietly, may alight on you.”

Kebahagiaan itu seperti kupu-kupu yang–ketika dikejar–selalu berada di luar jangkauan kita. Akan tetapi, jika anda diam dengan tenang, maka ia akan mendekatimu.

Helen Keller:
“It is not what we see and touch or that which others do for us which makes us happy; it is that which we think and feel and do, first for the other fellow and then for ourselves.”

Bukanlah apa yang kita lihat atau kita temukan, atau pula apa yang dilakukan orang lain untuk kita yang membuat kita bahagia, tetapi segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rasakan, dan kita lakukan, yang pertama-tama untuk orang lain dan baru kemudian untuk diri kita sendiri.

Harold S. Kushner:
“You don’t become happy by pursuing happiness. You become happy by living a life that means something.”

Anda tidak akan pernah menjadi bahagia dengan cara mengejarnya. Anda akan menjadi bahagia dengan cara menjalani hidup apa adanya.

Og Mandino:
“Realize that true happiness lies within you. Waste no time and effort searching for peace and contentment and joy in the world outside. Remember that there is no happiness in getting, but only in giving. Reach out. Share. Smile. Hug. Happiness is a perfume you cannot pour on others without getting a few drops on yourself.”

Sadarilah bahwa kebahagiaan itu terletak di dalam dirimu sendiri. Janganlah Anda membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan usaha mencari kedamaian dan kesenangan dan kegembiraan di dunia luar. ingatlah bahwa tidak ada kebahagiaan dalam menerima, kebahagiaan hanya bisa didapat dengan cara memberi. gapailah, bagilah, tersenyumlah, rangkullah. kebahagiaan merupakan parfum yang wanginya tidak akan bisa Anda tebarkan kepada orang tanpa anda menyemprotkannya terlebih dahulu ke badan anda.

Orison S. Marden:
“Real happiness is so simple that most people do not recognize it. They think it comes from doing something on a big scale, from a big fortune, or from some great achievement, when, in fact, it is derived from the simplest, the quietest, the most unpretentious things in the world.”

Kebahagiaan yang sebenarnya sangat sederhana tetapi tidak banyak orang yang menyadarinya. mereka mengira bahwa kebahagiaan sejati itu berasal dari melakukan sesuatu dengan skala yang besar, dari untung besar, atau dari sebuah prestasi yang hebat. padahal sebenarnya, kebahagiaan itu bisa didapat dari sesuatu yang dianggap paling sederhana, paling kecil, dan paling remeh di dunia ini.

Joseph J. Mazzella:
“Realize that if you want joy in your soul, you will have to choose to bring it there.”

Sadarilah bahwa jika anda menginginkan kebahagiaan di dalam jiwa, maka akan harus memilih untuk membawanya ke sana (jiwa).

Alice Meynell:
“Happiness is not a matter of events; it depends upon the tides of the mind.”

Kebahagiaan bukanlah persoalan peristiwa, ia tergantung kepada keadaan pikiran.

Iris Murdoc:
“One of the secrets of a happy life is continuous small treats.”

Salah satu rahafia untuk mendapatkan kebahagiaan hidup adalah terus menerus melakukan sesuatu yang sederhana.

Joseph Fort Newton:
“To be happy is easy enough if we forgive ourselves, forgive others, and live with thanksgiving. No self-centered person, no ungrateful soul can ever be happy, much less make anyone else happy. Life is giving, not getting.”

Untuk menjadi bahagia sebenarnya sangat mudah jika kita mau memaarkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan rasa syukur. Tidak ada seorang pun yang bahagia dengan cara mementingkan diri sendiri, tidak ada kebahagiaan tanpa rasa syukur, dan tidak mau membuat orang lain bahagia. Hidup itu untuk memberi, bukan untuk menerima.

William Ogden:
“The ingredients of happiness are so simple that they can be counted on one hand. First of all, happiness must be shared. Selfishness is its enemy; to make another happy is to be happy one’s self. It is quiet, seldom found for long in crowds, most easily won in moments of solitude and reflection. It comes from within, and rests most securely on simple goodness and clear conscience.”

Sarana untuk mendapatkan kebahagiaan itu sebenarnya sangat mudah dan bisa dihitung dengan jari tangan. Pertama, kebahagiaan itu haruslah dibagi. Egoisme itu merupakan musuhnya. Untuk membuat orang lain bahagia harus terlebih dahulu membahagiakan diri sendiri. Kita jarang menemukan ketenangan di tengah-tengah keramaian, paling mudah untuk mendapatkannya adalah pada saat kesendirian dan melakukan refleksi. Ketenangan itu datang dari dalam, dan terletak di atas kebaikan yang sederhana dan hati nurani bersih.

James Oppenheim:
“The foolish man seeks happiness in the distance; the wise grows it under his feet.”

Sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang mencari kebahagiaan dari jarah jauh; kebahagiaan yang sebenarnya adalah terletak di bawah kakinya.

Agnes Repplier:
“It is not easy to find happiness in ourselves, and it is not possible to find it elsewhere.”

Tidaklah mudah untuk menemukan kebahagiaan di dalam diri kita sendiri, tetapi juga tidak mungkin menemukan kebahagiaan di tempat lain.

John B. Sheerin:
“Happiness is not in our circumstance but in ourselves. It is not something we see, like a rainbow, or feel, like the heat of a fire. Happiness is something we are.”

Kebahagiaan bukan terletak pada keadaan kita tetapi di dalam diri kita sendiri. ia bukanlah sesuatu yang kita lihat seperti halnya pelangi, atau kita rasakan seperti panasnya api. Kebahahagiaan adalah sesuatu yang ada di dalam diri kita.

Aleksandr Solzhenitsyn:
“It is not the level of prosperity that makes for happiness but the kinship of heart to heart and the way we look at the world. Both attitudes are within our power so that a man is happy so long as he chooses to be happy, and no one can stop him.”

Bukanlah tingkat kemakmuran yang bisa menciptakan kebahagiaan tetapi keterikatan dari hati ke hati dan cara kita memandang dunia. Kedua sikap tersebut berada di dalam kekuatan kita sehingga seseorang yang bahagia dalam waktu yang lama ketika ia memilih untuk menjadi bahagia dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya.

Mother Teresa:
“Joy is a net of love by which you can catch souls.”

Keceriaan adalah jejaring cinta yang dengannya anda bisa menangkap sejuta jiwa.

Anonimous:
“A truly happy person is one who can enjoy the scenery on a detour.”

Orang yang benar-benar bahagia adalah orang yang bisa menikmati pemandangan di tengah jalan berkelok.

Denis Waitley:
“Happiness cannot be traveled to, owned, earned, worn or consumed. Happiness is the spiritual experience of living every minute with love, grace, and gratitude.”

Kebahagiaan tidak bisa dijalankan, dimiliki, diterima, dipakai, atau dikonsumsi. Kebahagiaan merupakan pengalaman spiritual dari hidup yang penuh dengan cinta, keagungan, dan rasa terima kasih.

2 thoughts on “Happiness (Kebahagiaan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s