Waktu Ibarat Pedang

Anda tentu pernah mendengar istilah “time is money” atau waktu adalah uang. Ini adalah istilah yang sangat popular di dunia barat yang pada umumnya sangat mengagungkan keberhasilan professional seperti pangkat, jabatan, popularitas ataupun kekayaan materi. Namun bagi para ahli kebijaksanaan, mereka mengibaratkan waktu adalah pedang. Waktu ibarat pedang yang akan siap menebas siapa saja yang tidak dapat memanfaatkannya dalam kebaikan dan kemuliaan.



Waktu memiliki keunikan selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur sedetikpun. Waktu tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu akan selalu meninggalkan mereka yang tidak mengelolanya dengan cerdas untuk kehidupannya.



Mereka yang akan menjadi pemenang dalam hidup ini adalah mereka yang dapat mensyukuri nikmat waktu yang diberikan Allah SWT. Mereka yang dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang telah dianugerahkan kepadanya untuk hal-hal kebaikan dan kemuliaan hidupnya. Namun sebaliknya mereka yang menjadi orang kalah dan gagal adalah mereka yang tidak menggunakannya waktunya dengan baik. Mereka yang telah memboroskan waktu kehidupannya untuk hal-hal yang tidak berguna.



Ingatlah bahwa usia hidup manusia itu begitu singkatnya. Mungkin kita merasakan baru kemarin menikmati masa remaja, sekarang ini ternyata sudah dewasa atau bahkan sudah memasuki usia paruh baya. Karena itu, jangan pernah menunda-nunda memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Kita tidak akan pernah tahu sebera banyak waktu yang kita miliki. Kita tidak akan pernah tahu mengenai hari esok. Maka merugilah siapa saja yang tidak segera mempergunakan usia hidup dengan sebaik-baiknya.



Orang yang beruntung sesungguhnya adalah orang yang pandai memanfaatkan waktunya untuk beramal dan untuk mencari bekal bagi kesuksesan hidupnya di dunia dan kesuksesan hidup sesudah matinya. Dan sebaliknya orang yang merugi dan gagal adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu kehidupan yang dianugerahkannya dengan hanya mengikuti ego dan hawa nafsu duniawinya semata. Hidup seperti ini hanya akan berakhir dengan kegagalan dan kesia-siaan.



Dengan demikian keberuntungan dan kerugiaan seseorang sesungguhnya dapat dinilai dari bagaimana dirinya memanfaatkan waktu hidupnya yang begitu singkat ini. Orang yang bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat dengan memperbanyak kebaikan untuk bekal kehidupan, dia akan menjadi orang yang beruntung.



Sudahkah kita memanfaatkan waktu yang kita miliki sebaik-baiknya ? Sudahkah kita menggunakan waktu kita untuk meraih kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kita dengan seimbang ? Memasuki bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan ini adalah waktu yang tepat untuk mempertanyakan kembali, kemudian berusaha memperbaki kualitas waktu kehidupan kita.



Hidup ibarat sebuah perniagaan dengan Allah S.W.T. Hanya mereka yang pandai menggunakan waktunya dengan baik dan seimbang yang akan memperoleh keuntungan dalam perniagaan. Maka berusahalah pandai-pandai dalam mengelola waktu hidup kita untuk menghasilkan banyak kebaikan. Mereka yang semakin banyak menghasilkan kebaikan, semakin beruntunglah perniagaannya dengan Allah. Jangan biarkan waktu kita terbuang percuma sehingga mengakibatkan perniagaan kita merugi, karena penyesalan di kemudian hari tiada berguna lagi.



Semoga bermanfaat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s