Karena Setiap Langkah adalah Anugerah

Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.  Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Selalu ada saja yang dilakukannya.

Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka bisa melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.

“Melakukan apa?”  tanya Ralph.

“Dari mana Anda belajar  untuk hidup seperti itu? desak sang professor.

“Oh,” kata Ralph, “selama perang. Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.”

Pemuda itu kemudian menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah.” Katanya. “Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya.

“Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

***

Sungguh, kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita   hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.

Nilai manusia tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup.

Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.

Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT!!!

Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Namun, hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri. Dan, lebih sedikit lagi yang benar-benar berhasil mengubah dirinya.

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dalam menjalani sisa-sisa usia yang tidak pernah kita ketahui sampai kapan batas akhirnya, saat ini, besok, ataukah tahun depan.

Sekadar menggugah kesadaran diri, bagaimanakah cara kita hidup? Apa yang telah kita lakukan untuk orang lain?

source: milis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s