Prahara Prancis, Pelajaran Sangat Berharga

Belum pernah menang, striker diusir, latihan diboikot. Presiden federasi mengundurkan diri karena muak. Apa yang terjadi?

Ada berbagai penyebab terjadinya prahara tersebut. Pertama, pada musim ini mereka belum pernah memetik kemenangan sekalipun. Alih-alih memetik kemenangan, Prancis ditahan imbang 0-0 oleh Uruguay dan kalah 0-2 dari Meksiko. Kedua, striker andalan tim, Nocolas Anelka diusir pulang karena telah memaki pelatih, Raymond Domenech. Ketiga, kapten tim Patrice Evra menuding ada pengkhianat di tim Prancis. Keempat, para pemain boikot latihan.

Big Show! Pertunjukan besar! Tulis harian terkenal Prancis, L’Equipe.

Insiden ini terjadi pada latihan terbuka yang disaksikan wartawan dan pendukung Les Blues di Field of Dreams Stadium, Knysna, Minggu kemarin.

Pertunjukan ini berawal ketika sesaat setelah turun dari bus, Evra terlihat bersitegang dengan pelatih fisik, Robert Duverne. Apa penyebabnya? Kabar terakhir menyebutkan Evra menuding Duverne-lah pengkhianat di tim Prancis, yang membocorkan soal cacian Anelka pada Domenech.

Pertengkaran ini membuat Domenech turun tangan. Duverse rupanya tak terima dan meninggalkan lapangan sembari melempar peluit. Sementara, Doemenech yang frustrasi sampai membanting kartu akreditasinya.

Domenech kemudian membaca pernyataan yang ditandatangani seluruh pemain. Isinya mereka protes dengan pemecatan Anelka oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan menolak berlatih. Striker Chelsea itu pulang cepat karena enggan meminta maaf pada Domenech yang dimakinya saat turun minum ketika kalah 0-2 dari Meksiko.

Insiden ini berujung pada kembalinya para pemain ke bus dan meninggalkan lapangan. Akibatnya, kemungkinan besar, Prancis tidak akan turun laga pada pertandingan berikutnya melawan Afrika Selatan.

***

Sahabat, itulah yang akan terjadi ketika egoisme dan kemarahan yang tak tertahankan telah menguasai diri. Tidak ada yang diuntungkan dari peristiwa tersebut—kecuali pihak-pihak yang memang menghendaki hal itu terjadi, para pemain dirugikan, pelatih dirugikan, klub dirugikan, supporter dirugikan, bahkan seluruh Prancis dirugikan.

Seandainya mereka, semua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, mau menahan diri, mau melakukan evaluasi, serta mau beristerospeksi diri mengenai apa yang terjadi dengan tim blues tersebut, mungkin pertunjukan yang memalukan itu tidak akan pernah terjadi. Bahkan, ada kemungkinan akan menuai kemenangan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Mungkin, kali ini hanya tinggal penyesalan (kalau ada). Tapi sudahlah, nasi sudah kadung jadi bubur. Semoga big show ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik sebagai individu maupun sebagai sebuah tim.

Sukses untuk semuanya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s