Nuansa bening: Belajar ketekunan dari seorang nenek


Dikisahkan ada seorang anak yang terkenal bandel. Kemalasannya untuk belajar membuat nilainya selalu jelek. Ia pun sering membolos sekolah. Ia lebih suka bermain dari pada mengulang pelajaran. Anak itu merasa percuma belajar, pasti rangkingnya tetap terakhir, sebab ia bukanlah anak yang pintar. “Aku anak yang bodoh,” pikir anak itu. Demikian pula gurunya, teman-temannya, bahkan orang tuanya menganggap anak itu sebagai anak yang bodoh dan pemalas.

Hingga tibalah pada suatu saat yang mengubah kehidupannya. Seperti biasa ia berangkat dan pulang sekolah melewati sebuah sungai. Beberapa hari terakhir, ia sering melihat seorang nenek yang sedang sibuk di pinggir sungai. Karena tertarik, ia menghampiri nenek itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya nenek itu lakukan.

“Sedang apa, Nek ?”  Tanya anak itu.

“Seperti yang kamu lihat, Nak. Aku sedang mengasah sebatang besi.” Jawab nenek itu.

“Buat apa, Nek?” anak itu penasaran.

“Buat jarum,”  jawab nenek itu singkat.

“Ah…mana mungkin, Nek, batang besi segede itu bisa dibuat jarum.” Anak itu tak percaya.

“Sudahlah, kita lihat saja nanti. Biar bagaimanapun, kita itu harus berusaha semampu kita. Nenek percaya walaupun sulit, nenek akan bisa membuat jarum dari batang besi ini.” Nenek itu memberi penjelasan akan keyakinannya. Akhirnya, anak itu pergi dari tempat itu.

Dalam beberapa hari setelah kejadian itu, nenek itu masih terlihat di pinggir sungai sibuk dengan pekerjaannya. Anak itu diam-diam kagum pada semangat nenek tua itu. Setiap kali ia berangkat sekolah dan melewati sungai itu, terlintas dalam pikirannya tentang nenek itu. Betapa gigihnya ia.

Hari yang cerah, anak bandel itu melewati sungai itu lagi, namun kali ini ia tidak mendapati nenek seperti biasa. Ia jadi bertanya-tanya. Apakah gerangan yang membuat nenek itu tidak kembali lagi. Apakah ia sudah selesai ataukah ia sudah menyerah karena tidak berhasil mewujudkan keinginannya. Karena penasaran, selepas sekolah ia memutuskan untuk mencari informasi tentang nenek itu.

Anak itu bertanya kepada warga sekitar sungai tentang nenek tua itu. Darinya diketahui kalau ternyata nenek itu baru saja meninggal sore kemarin. Menurut cerita orang itu, nenek itu meninggal saat menjahitkan baju untuk anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar.

Sejak saat itulah anak itu mendapatkan pelajaran berharga yang mengubah sikap hidupnya. Ia berubah menjadi rajin. Ia berpikir, “Batang besi saja bisa dibuat menjadi jarum, bagaimana dengan otakku?” Asal diasah dengan rajin pastilah ia akan menjadi cemerlang. Dengan kesungguhan belajar pastilah kebekuan otaknya akan mencair juga. Demikian pula dalam meraih semua kesuksesan, dengan kesungguhan, ketekunan, dan juga kerja keras ia pasti berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s