Nuansa bening: Kerendahan hati sang pemimpin


Salman al-Farisi tergolong salah seorang sahabat Rasulullah Saw. Beliau berasal dari negeri Parsi. Pernah di masa hidupnya, Salman telah diberi jabatan sebagai gubernur di salah satu negeri taklukan Islam. Namun demikian, kedudukannya itu tidak sedikit pun mengubah kepribadiannya yang penyantun, rendah diri, serta zuhud terhadap kemewahan dunia.

Pada suatu hari, seorang rakyat awam menjumpai Salman ketika berada di tepi jalan, tanpa mengenali Salman, ia menariknya secara kasar dan menyuruhnya melakukan suatu pekerjaan yang berat. Orang itu mempunyai sebuah karung besar lalu menyuruh Salman memikulnya sampai ke rumah. Tanpa banyak bertanya, Salman kemudian memikulnya.

Di tengah jalan, seorang lelaki telah memberi salam kepadanya. Lelaki itu terkejut melihat Salman memikul karung. Lalu berkata, “Wahai, Tuan! Tahukah Tuan bahwa orang yang memikul karung Tuan itu adalah Salman al-Farisi, gubernur negeri kita ini.” Orang itu terkejut mendengarnya, ternyata orang yang telah dikasarinya itu adalah gubernurnya sendiri. Lantas, ia meminta maaf lalu menyuruh Salman menurunkan karung yang sedang dipikulnya itu.

Tetapi Salman menjawab, “Oh, tidak apa-apa, Tuan. Biarlah saya memikul barang tuan ini hingga sampai ke rumah tuan.”

***

Sahabat yang cintanya melebihi marahnya…

Salah satu dari tembok-tembok yang mengurung kemerdekaan jiwa adalah tembok “gengsi”. Gengsi memelihara dan menyuburkan ketakutan-ketakutan berada dalam hatinya. Takut dianggap kere, takut dianggap kampungan, takut dianggap bodoh, dan takut  martabatnya jatuh. Semua ketakutan itu membuat seseorang tidak bebas. Ia berperilaku berdasarkan anggapan dan penilaian orang, bukan dari dirinya sendiri.

Orang yang berani tampil bersahaja—sebagaimana Salman—adalah sosok yang merdeka jiwanya. Meski memiliki pangkat dan kedudukan, namun hal itu tidak membuat jiwanya terbelenggu. Tidak risau manakala orang menganggapnya sebagai kuli, padahal ia seorang gubernur.

Kita membayangkan, seandainya pemimpin kita bangsa Indonesia rendah hati seperti Salman, yang mau memikul beban rakyatnya, yang tidak gengsi untuk menolong orang kecil, maka negara tercinta ini akan mendapatkan kejayaan karena memperoleh berkah Sang Pencipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s