Mati Disruduk Banteng


Ini cerita dari Gus Dur yang lain. Suatu hari Bang Oma pergi ke sebuah bar di Madrid, tak jauh dari sebuah arena adu banteng. Di dalam bar, dia melihat seluruh dinding penuh dihiasi kepala banteng yang mati.

Begitu terkesimanya Bang Oma melihat semua itu, sehingga ketika pelayan datang membawakan minumannya dia berkomentar,

“Wuah, wuah…, kepala banteng ini luar biasa besar. Mereka sudah mirip kepala anak gajah!”

Si pelayan meletakkan minumannya di meja, lalu dengan takzim menunjuk ke sebuah kepala yang terbesar.

“Dialah yang membunuh kakek saya.”

“Di arena adu banteng juga?”

Si Pelayan menjawab, “Bukan. Banteng itu tergelincir ketika diturunkan dari truk dan kakek saya kebetulan sedang duduk pada trotoar di belakang truk itu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s