Antara Salat dan Salad


Dalam urusan melucu, Gus Dur pasti tidak akan mati akal. Selalu ada saja yang bisa dijadikan bahan leluconnya. Bahkan, guyonan Gus Dur pun juga diucapkan dalam bahasa asing.

Suatu ketika Gus Dur bercerita bahwa ada seorang pejabat negara yang diundang ke luar negeri.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “You like salad, Madame?”

“Oh sure, I like Salat, five time a day. Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, and Isya,” jawab si Nyonya percaya diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s