Cerita dari Kuba


Bicara tentang humor NU, jelas kita tak bisa melupakan sang Godfather-nya, Gus Dur. Presiden paling mbanyol sejagat ini bahkan masih terus membawa kebiasaan bergurau ala pesantren, meskipun telah menjadi kepala negara.

“Gus Dur pernah nelpon saya, jauh-jauh dari Kuba hanya untuk menceritakan sebuah lelucon.” Tutur Gus Mus tentang sahabatnya ini. Cerita berikut adalah lelucon Gus Dur saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Antarkepala Negara di Havana.

Di sana, semua kepala negara diberi kesempatan pidato selama lima menit. Sebagai tanda waktu, panitia menyediakan lampu yang menyala hijau, lalu kuning, dan terakhir merah. Ketika Gus Dur selesai pidato, semua hadirin memberikan aplaus meriah. “Mereka tepuk tangan bukan karena isi pidato saya, tetapi karena mereka kagum saya bisa pidato tepat lima menit. Padahal saya kan nggak bisa melihat.” kata Gus Mus menirukan Gus Dur, sambil terkekeh-kekeh.

Tiba giliran Fidel Castro, Gus Dur heran sebab pidatonya sangat panjang. Kepada undangan yang duduk di sebelahnya, Gus Dur bertanya, “Apa dia tidak melihat lampu?”

Yang ditanya menjawab, “Lampunya ditutup pakai sapu tangan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s