Did You Know: Mengapa Manusia Tidak Bisa Bernapas di Dalam Air?


Ketika kita bernapas di udara, udara masuk ke dalam hidung kita, turun ke batang tenggorokan (pipa angin) kita, dan kemudian masuk ke dalam paru-paru. Ketika paru-paru itu mengembang, membentuk jalan udara yang lebih kecil, maka udara itu akan tertahan di kantong khusus yang disebut dengan aveolae. Di sini, oksigen masuk melalui selaput paru-paru ke dalam aliran darah, dan membuang produk-produk seperti karbon dioksida yang mengalir dari darah dan keluar ke udara, dan setelah itu dikeluarkan bersamaan dengan hembusan napas kita.

Ikan juga memerlukan oksigen untuk hidup, akan tetapi paru-paru ikan tidak dibuat untuk mengestrak atau menyaring oksigen dari udara. Sebagai gantinya, dengan mendorong air melalui organ khusus yang ada di tubuhnya (yang disebut dengan insang), ikan-ikan itu mengganti oksigen dan mengurangi terbuangnya gas.

Karena manusia tidak memiliki insang, kita tidak bisa menyaring udara dari dalam air. Sebagian dari makhluk mamalia, seperti ikan paus dan ikan lumba-lumba, bisa hidup di dalam air, akan tetapi mereka tidak bisa bernapas di dalamnya. Ikan paus dan lumba-lumba membangun sebuah mekanisme untuk menyimpan napas dalam waktu yang cukup lama di dalam air. Sesudah itu, ikan-ikan itu akan segera muncul ke permukaan untuk menghembuskan napas dan kemudian menarik napas baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s