Ketinggalan Kereta Api


Masih tentang keluguan kiai. Kali ini cerita terjadi pada KH. Muchit Muzadi (kakak KH. Hasyim Muzadi) dan Gaffar Rahman, mantan Sekjen PBNU. Waktu itu, keduanya hendak pulang ke Jawa Timur naik kereta api Bima dari Stasiun Kota, Jakarta. Karena jam keberangkatan masih lama, keduanya sepakat menunggu sambil nongkrong di kafetaria di dalam stasiun.

Saat asyik ngobrol, tiba-tiba kereta berangkat. Keduanya segera berlari mengejarnya. Karena usianya lebih muda, Gaffar Rahman bisa mengejar kereta, sementara Kiai Muchit terduduk lemas karena tertinggal.

Seorang petugas kereta menghampirinya dan bertanya, “Bapak naik kereta apa?” “Kereta Bima,” jawabnya. “Itu kan kereta Bima, belum berangkat.” Tukas petugas sambil menunjuk kereta di sampingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s