Mati karena Merokok


Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan.

“Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan,” tutur Gus Dur. “Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus.”

Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, “Yas, apa kamu nggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap satu batang rokok itu bisa memperpendek umur 30 detik?”

“Ah, yang benar, Gus?”

“Lho, kamu ini gimana. Sekarang coba kamu hitung sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu.”

Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, “Ya, tapi kalau saya nggak merokok, besok saya bisa mati.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s