Ketika Kesabaran Itu Semakin Habis

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Wahai Tuhanku Yang Maha Segalanya, adakah doaku  sampai kepadamu ?
Hanya Engkau yang dapat memahami apa yang manusia katakan mengenai Obsesive Compulsive Disorder;
Hanya Engkau yang dapat merunut jejak puzzle-puzzle kehidupannya yang terberai;
Hanya Engkau yang dapat menguatkan folder-folder pemikirannya dari virus yang me-RAJA;
Hanya Engkau yang dapat menghambat banjir bandang dalam ruang berpikirnya;
Hanya Engkau yang dapat mengeluarkannya dari ruang yg temaram menuju cahaya-Mu;
setelah kami berupaya juang.

Ampuni kekecewaannya;

Ampuni kemarahannya;
Ampuni teriakannya:
Ampuni bulir air matanya ;

Izinkan segala yang telah disiapkan dengan doa, darah dan air matanya, Engkau ridhai


Rahmati ia, walaupun mungkin ia kini tak berdoa lagi kepada-Mu
Berikan Bintang kehidupan kepadanya
Jadikan bulan di kawasan-Mu bersinar terang di hatinya;
dan matahari bagai pelita sumber cahaya
Jangan ambil nyawanya dalam keadaan ini
Dekatkan ia kepada-Mu. Sedekat Engkau mengenalnya seperti urat nadi dalam tubuhnya.
Wahai Yang Menghapus seluruh kesalahan
Ajarkan ia ikhlas
Resahnya semoga jadi jawaban;
Deritanya semoga jadi kesabaran.
Perkenankanlah Ya Rabb
Ia melaksanakan kepingan sisa harapan
Jadikan umur yang tersisa ini menjadi seindah-indah umur…
‘Tuk meraih ampunan-Mu, Ya Rabb

 

Ya Allah, jadikan kami mencintai apa yang tidak kami sukai dari ketetapan-Mu
mudahkan kami apa yang kami anggap sulit dari keputusan-Mu
dan buatlah kami tunduk pada kehendak-Mu
hingga kami tidak mengakhirkan apa yang Engkau segerakan
tidak menyegerakan apa yang Engkau akhirkan
tidak membenci apa yang Engkau sukai
dan tidak memilih apa yang Engkau tidak sukai
mantapkanlah kami dengan akhir kehidupan yang terpuji dan kesudahan termulia
sesungguhnya Engkau menganugerahi kami
dengan anugerah yang sangat banyak.

_________________________

You were my strength when I was weak; You were my voice when I couldn’t speak; You were my eyes when I couldn’t see – Because You Loved Me

 

by Lia Mutia

sumber: kompasiana.com

One thought on “Ketika Kesabaran Itu Semakin Habis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s